Corona : Sabar Ini Ujian
Corona : Sabar Ini Ujian
Ada begitu banyak kabar yang
berseliweran di media masa akhir-akhir ini,mulai dari isu perang dunia ketiga,
sampai isu omnimbus law, ataupun
taman Monas yang salah urus, tapi tidak ada yang menyangka ada kabar lain
muncul seakan menyapu semua berita tersebut dari berbagai portal media massa dari
suatu tempat di Tiongkok.

Sumber : 9gag.com
Semua orang membicarakannya mulai dari
pejabat tinggi hingga ibu-ibu yang tak lulus SD— Covid-19 atau lebih akrab
disebut dengan virus corona mulai menyebar di kota Jakarta. Memang, kabar tidak pernah rasanya lebih mencekam
dari ini. Rasanya seperti di sergap diam-diam dari segala sudut kota untuk
menyerang dari sudut mana saja, sekalipun rumah sudah berbau seperti kolam
renang karena terlalu banyak
disemprot campuran cairan pembersih dan air, atau berkali-kali kau cuci tangan dengan sabun, entah
sabun mandi hingga sabun cuci piring.
Kamu sudah menggosok tanganmu dengan sabun
berkali-kali tapi berita di TV korban nya bertambah saja, dan disaat bersamaan Italia, Amerika
hingga Spanyol saling adu balap untuk urusan korban.

Sumber : 9gag.com
Disisi lain, walaupun jalan protokol sudah jadi sepi, di
perkampungan masih saja menganggap itu hanya seperti mimpi buruk penyakit orang
kaya saja. Hastag #dirumahaja menjadi ramai, semua urusan dirumahkan
dan perubahan yang mendadak ini menciptakan, banyak kesisruhan. Anggota dewan yang
kadang-kadang sering ditanyakan keberadaaannya pun mendesak adanya lockdown seperti yang sedang tren di banyak negara,
namun presiden dengan segala pertimbangan menetapakan tidak akan melakukannya.

Sumber : Instagram
Semua orang memiliki
ketakutan di belakang ulu hatinya, tapi kali ini sebenarnya semuanya lebih
dekat ke kerongkongan, setidaknya cukup untuk membuat orang-orang
berbondong-bondong pulang ke kampung nya lebih awal. Kota hanya menjanjikan
ketakutan saja kali ini.Dan mudik membawa berita lain di tv. Tidak
tentang jalan rusak yang belum selesai dibenahi pemerintah, tapi tentang
pemudik yang menyebar virus ke kampung halamannya. Seorang perantau dan
beberapa orang dengan ADP lengkap yang mengiringi sudah cukup sebar ketakutan di grup-grup keluarga.
Dari wisma atlet hingga asrama haji sudah mau
jadi rumah sakit dadakan. Dan jauh di bawah lampu Gedung Westin tersisa orang-orang yang berserak tidak
tahu memungut apa lagi dari sisa gedung-gedung karena mesin tidak berderak.
Karena pasar ditutup, karena sekolah libur. Namun beberapa orang baik, membagikan
beberapa sembako di pinggiran jalan kepada beberapa tukang kopi yang berjualan
dengan sepeda atau beberapa artis menggalang dana untuk penanganan pandemi ini,
atau yang lainnya sekedar mengisi waktu dan kerinduan dengan teman-teman
melalui pertemuan virtual dalam game online
.
Sumber : gartic.io
Dan diantara semua orang yang risau
selain para pekerja di sektor informal yang menemui ketidakpastian pendapatan,
para mahasiswa usia senja pun merasakan ketidakjelasan yang sama, cita-cita
untuk wisuda, atau sekedar lulus tahun ini menjadi amat rumit. Untuk teman-teman
sesama semester senja saya hanya ingin berkata : “mari bersabar, ini ujian”

Sumber
: Instagram
Komentar
Posting Komentar