Air.

 Hujan.. Setelah panas terik beberapa hari akhirnya hujan. Kamu tidur pura-pura tidak peduli. Tapi hujan memaksamu peduli, Ia menjebol atapmu dan turun di atas wajahmu, seperti bom kecil suaranya. Wajahmu basah bersama semua kotoran yang sapu air dari atas atap. kamu ikut basah, selimutmu, bantalmu, basah. Kamu diam-diam saja. Tercenung, menggosok-gosok rambutmu yang pendek, basah, bercampur tahi tikus dan entah apa. Setidaknya perempuan normal dengan rambut panjang akan mengeluh, untung rambutmu pendek. Kamu mandi di kamar mandi umum, air nya kecil sekali, khas sekali, tapi untung rambutmu pendek. Kamu biasa mandi dimana saja dan dengan air berapa saja. Shampo pun cuma separuh. Separuh bungkus buat minggu depan. Air nya sedikit sekali, tapi kamu berhasil mandi. Untung cuaca cukup bagus, kepalamu cepat kering. Tidak ada, tidak ada rasa kurang atau semacamnya. Tapi, siang-siang kamu tiba-tiba meringkuk. Menangis. Karena sesuatu hal kecil. Lalu kamu cuma bisa mengeluh akhirnya, "rasanya, aku tidak punya apa-apa dan tidak ingin apa-apa, tapi kenapa masih saja ada yang dicerabut, masih ada, masih ada saja yang membuatmu sedih" Pada akhirnya hujan memang tidak turun. Tapi kamarmu banjir, kasurmu mengambang, lalu kamu hanyut tidak pulang-pulang.

Komentar